Jakarta – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-43 pada Sabtu (30/5/2026). Dalam momentum tersebut, BPKP menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pembangunan nasional melalui pengawasan yang efektif dan akuntabel.
Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh mengatakan, peringatan HUT ke-43 menjadi refleksi perjalanan panjang lembaga sekaligus pengingat atas tanggung jawab besar dalam menjaga tata kelola pemerintahan.
“Peringatan HUT ke-43 BPKP merupakan momentum yang patut disyukuri, tetapi juga pengingat atas tanggung jawab besar untuk terus memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara,” kata Ateh saat memberikan arahan di Kantor Pusat BPKP, Jakarta.
Pada peringatan tahun ini, BPKP mengusung tema “BPKP Berbagi”. Tema tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial yang dilakukan di sejumlah wilayah Indonesia sebagai bentuk kepedulian institusi kepada masyarakat.
Menurut Ateh, BPKP tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga harus hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam memastikan program pembangunan berjalan efektif, efisien, dan tepat sasaran.
Ia menegaskan, penguatan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara tetap menjadi fokus utama lembaga di tengah berbagai tantangan pembangunan.
Selain itu, Ateh juga menyoroti pentingnya regenerasi di lingkungan BPKP. Ia menyebut perjalanan panjang lembaga tidak terlepas dari kontribusi generasi pendahulu yang membangun fondasi integritas dan profesionalisme.
“Nilai-nilai yang diwariskan para senior harus terus dijaga dan diteruskan melalui kerja keras, inovasi, serta kemampuan beradaptasi menghadapi perubahan,” ujarnya.
Dalam arahannya, Ateh meminta seluruh jajaran BPKP menjaga kualitas pengawasan, mengawal program prioritas nasional, serta memperkuat budaya kerja yang berlandaskan integritas dan profesionalisme.
Memasuki usia ke-43 tahun, BPKP menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pengawasan pembangunan dan memastikan pengelolaan keuangan negara berjalan transparan serta akuntabel.






